Jangan Begadang Berat Biar Aku Saja
Karna urusan kerja, terpaksa aku harus ninggalin dia di singaraja. Berat memang, tapi apa boleh buat, dan untungnya dia mengerti. setiap hari kita hanya bisa berbicara lewat telfon, kadang rasa kangen tidak terobati kalau blum melihat wajah cantiknya. hampir setiap jam kita telfonan, walaupun yang dibahas selalu hal yang sama. Tetapi kita tidak pernah bosan melakukannya. Kadang kita juga terlalu asik mengobrol sampai menahan rasa ngantuk, tak tega memang melihat matanya yang sayu menahan rasa kantuk, "jangan begadang, berat biar aku saja" kataku menyuruhnya tidur. Pernah terlintas keinginan konyol ingin menemuinya disaat dia tertidur dan memeluknya sepanjang malam hingga saat pagi tiba dia membuka kedua matanya, dan orang yang pertama kali dia lihat di pagi itu adalah aku. Bisa ku bayangkan ekspresi kesenangan diwajahnya saat itu, Tapi hal yang bisa kulakukan saat ini hanya menunggu, menunggu dan menunggu kesempatan untuk menemuinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
hy kawan